Rabu, 08 Juni 2011

Tanpamu

Setelah genap genap dua bulan aku jadian dengan Ozy, aku semakin yakin kalau aku nggak salah pilih dan benar-benar sudah menemukan belahan jiwaku, cinta sejatiku, cahaya hidupku. Ozy adalah segalanya bagiku. Aku mencintai dia dan akan selalu menyayangi dia untuk selamanya. Saat ini aku merasa puas karena penantian, dan usahaku selama ini berubah menjadi kebahagiaan.
Telah sekian lama aku menanti Ozy menjadi miliku seutuhnya. Berbagai rintangan telah aku hadapi semua bersama dia. Akhirnya, cerita cintaku saat iuni sudah happy ending, tinggal sekarang aku dan Ozy yang menjalaninya.
Dulu kami sering sekali bertengkar, hanya karena hal-hal kecil, kadang kami sampai rebut nggak menentu. Dulu sebagai teman, kami memang bukan teman yang cocok, kami saling menjatuhkan dan saling membenci. Tapi sekarang, benar kata orang-orang, kalau kamu membenci seseorang janganlah kamu sampai terlalu, dan hasilnya sekarang perasaan itu menjadi kebalikan bagi aku dan Ozy, justru kami sekarang saling mencintai dan menyayangi. Tapi yang jelas aku juga nggak mau kehilangan Ozy, aku takut juga kalau aku terlalu mencintai dan menyayangi dia, bisa jadi aku dan dia akan terpisahkan.
“inilah saat terakhirku melihat kamu
 Jatuh air mataku, menangis pilu
 Hanya mampu ucapkan, slamat jalan
 Kas……….”
Ozy Calling…..
Ozy Calling….
Nada handphoneku berbunyi.
Aku angkat teleponnya.
“halo Shila, kamu lagi ngapain? Aku kangen deh sama kamu” kata Ozy dalam telepon.
“ihh Ozy, kan baru kemarin kita ketemu, kamu gimana sih”
“hehe, Shila, kamu baik-baik ya disana, jaga diri kamu dan jangan pernah lupain
  aku ya”
“kamu ngomong apa sih Zy? Kamu ngiggau ya?
“nggak maksudku, yah kamu jangan macam-macam disana, kan dikampus
  kamu banyak banget tuh cowok-cowok keren, ntar ada yang godain kamu lagi,
  terus kamu lupain aku”
“hahaha, ya nggak dong, aku nggak akan tergoda sama cowok-cowok dikampus
  ini, nggak ada yang kayak kamu disini, dan yang aku mau tuh Cuma kamu
  seorang Ozy”
“hey, kamu udah pintar ngegombal yah, siapa yang ajarin, ayo ngaku?”
“Ozy, kamu apaan sih? Haha. Ya udah gini deh, aku mau kamu kasih aku
 Kepercayaan untuk berteman sama temen-temenku ya? Asal kamu tau
 Aku berterima kasih banget selama ini sama Tuhan karena aku udah bisa
 Memiliki kamu”
“iya Shila, dan asal kamu tau juga cintaku lebih besar dari yang pernah kamu
 Bayangkan selama ini”
Satu hal inilah yang selalu ditakutkan Ozy, dia selalu bilang aku akan tergoda oleh cowok-cowok dikampus, sementara aku nggak begitu, justru akulah yang paling takut Ozy akan berpaling dariku, dia akan pergi meninggalkanku selamanya, dan cintanya hilang untukku.
Ozy sekarang kerja disalah satu perusahaan asing terkemuka di kota ini, sebagai cowok kalau kita melihatnya dengan kesan pertama dia adalah cowok yang diimpi-impikan cewek, karena Ozy punya perilaku yang baik, kerja yang mapan, kaupun takut dia akan pergi dariku.
Hari ini Ozy memang sengaja mengajakku pergi ke took buku. Ozy menggenggam tanganku erat sekali, dia merasakan kenyamanan saat dia memegang tanagku. Aku merasakn cintanya begitu kuat untukku. Saat kami masuk ke sebuah took buku, Ozy bilang dia akan membelikanku aku sebuah buku sastra yang dulu sudah pernah dibacanya dan sekarang dia ingin aku juga membaca buku itu. Setelah Ozy membayar buku tersebut, Ozy langsung menyerahkannya kepadaku. Aku kaget membaca sinopsisnya, ternyata buku itu berisi tentang kekuatan cinta yang tulus, yang akhirnya terpisahkan oleh maut, dan bagaimana sakitnya hati seorang kekasih saat mengahadapi peristiwa kematian itu.
“Ozy, kenapa kamu kasih aku buku kayak gini?”
“Shila, aku pengen banget kamu baca buku ini, karena kalau kamu baca buku
  ini, kamu bakal lebih mengerti lagi apa itu cinta sejati, kamu akan merasakan
 betapa sangat berartinya orang yang mencintai kamu, pokoknya ceritanya
 bagus deh, kamu pasti nggak bakalan nyesel kalau baca buku ini, dan setelah
 membacanya, aku yakin kamu akan semakin sayang sama aku, hehe”
“ih, kamu GR-an banget sih, masa Cuma gara-gara baca buku ini aku bisa
 semakin sayang sama kamu”
“eh beneran, percaya deh sama aku, kalau nggak, entar kamu boleh musuhin
 aku lagi deh kayak dulu”
“Zy!, kamu ngomong apaan sih, iya udah, iya deh aku baca bukunya, kamu kira
 aku bakalan senang yah kalau kita musuhan lagi”.
Ozy aneh sekali hari ini. Tadi siang dia ngomong yang nggak-nggak di telepon, dan malam ini dia juga menyuruhku membaca buku yang isinya aneh tentang kematian. Tiba-tiba saja jantungku berdegub kencang. Entahlah aku sendiri tak mengerti. Kata “kematian” terasa terngiang-ngiang ditelingaku, entah kenapa aku semakin  ketakutan, takut akan kematian, takut akan kehilangan. Peganganku semakin aku kuatkan kepinggang Ozy, aku peluk punggungnya dan aku sandarkan wajahku kesana. Aku merasakan lagi kalau aku bersama Ozy, saat ini mungkin Ozy sedang tersenyum karena dia merasakan cintaku besar untuknya. Sambil mengendarai motornya, sesekali dia menoleh kebelakang untuk melihatku. Ozy seperti orang yang was-was. Aneh, disepanjang jalan aku terus kepikiran. Dan akhirnya bunyi keras dan goncangan hebat membuat aku kaget, nggak hanya goncangan, tapi sakit yang luar biasa dikepalaku, aku merasakan pusing  serasa dunia ini berputar sangat kencang sekali, apa yang sebenarnya terjadi. Tiba-tiba aku melihat Ozy yang sedang tertidur dijalanan, samar-samar aku melihat dia  seolah-olah tidur dengan nyenyak, aku merasa mimpi, mana mungkin Ozy tidur dijalan, perasaan baru tadi aku boncengan dengan dia. Aku berjalan mendekati dia, tapi orang-orang ramai lebih dulu mendekati dia, aku nggak kuat lagi dan akhirnya yang  aku lihat hanya kegelapan.
“Shila, kamu nggak apa-apa  sayang? Ini mama”
Aku pandangi wajah mama. Dia seperti orang yang ketakutan, aku melihat sekelilingku, tiba-tiba aku baru sadar, selintas kejadian tadi malam teringat lagi olehku.
“ma, Ozy mana? Dia baik-baik saja kan?”
“Shila, nanti aja, kamu istirahat dulu, kamu masih sakit sayang”
“nggak ma, Shila nggak merasa sakit apa-apa, sekarang Shila mau liat Ozy,
 Dimana dia Ma?”
“Shila, luka kamu belum kering betul, tadi kamu terus-terusan ngiggau kalau
 kamu ngerasain sakit”
“Ma, Shila nggak tau kenap, Shila udah merasa sehat dan udah kuat, pokoknya
 Shila mau ketemu Ozy, pasti saat ini dia butuhin Shila banget” aku tetap ngotot sama mama.
“Shila, saat ini Ozy nggak butuh siapa-siapa lagi, dia udah aman Shil, dia udah
 tenang disana, sekarang udah bahagia dengan kehidupannya sendiri, ada yang
 menjaga dia disana”
“apa? Apa Ma? Maksud mama? Ma..mama bohong! Aku nggak percaya, nggak
 mungkin, nggak mungkin ini terjadi sama Ozy, dia udah janji Ma, nggak akan
                pernah ninggalin aku, dia sayang Shila, Shila sayang Ozy Ma, nggak, nggak
 mungkin!”
teriakanku membuat semua suster datang ketempatku, mereka berusaha menenangkanku, tapi aku nggak bisa, air mataku mengalir terus tiada hentinya, salah seorang suster baru saja memberiku suntikan penenang, tapi cepat-cepat aku elakkan.
“tolong jangan suster, saat ini aku nggak butuh itu. Aku hanya ingin menangis,
aku nggak rela, aku marah sama Ozy, kenapa dia berani ninggali aku, padahal
dulu dia udah janji nggak pernah pergi dariku, tapi kenapa Ozy bohong, kenapa
sekarang justru dia pergi selamanya, dan aku tau dia nggak akan pernah kembali
lagi kan untukku? Kenapa kamu ninggalin aku Ozy?”
aku memberontak, teriak sekuat yang aku bisa, menagis sejadi-jadinya.
“Shila sayang, ini udah takdirnya, waktu Ozy udah habis didunia, kamu jangan
 pernah marah sama Ozy sayang. Kamu harus yakin kalau sekarang Ozy udah
bahagia disana”
“Ma, kenapa justru Ozy, kenapa bukan Shila aja yang ada disana? Shila mau
kok Ma gantiin Ozy, atau biarin aku untuk bersama dia sekarang, aku pengen
menyusul dia Ma, Shila nggak mau hidup di dunia ini tanpa dia, percuma Ma,
percuma kalau nggak ada Ozy disini, hidup Shila nggak ada arti apa-apa”
.
Dengan cepat-cepat suster-suster itu memegang seluruh tubuhku, dan sesaat kemudian aku tertidur, di alam mimpi, ada sesosok makhluk dengan pakaina serba putih datang padaku. Wajahnya sudah sangat familiar sekali. Ya, aku yakin sekali, dia Ozy. Dia memang Ozy. Ozy tersenyum padaku, dia berjalan mendekatiku, dia kelihatan senag sekali, seolah-olah dia mendapatkan kebahagiaan yang baru. Melihat Ozy terus-terusan tersenyum, rasanya aku ingin sekali ikut bersama dia, ikut merasakn kebahagiaan yang dia rasakan saat ini. Aku berusaha memeluknya dan menggenggam tangannya, dia membalas pelukanku, dia mendekapku, kembali aku merasakn kenyamanan bersamanya, aku merasakn dia memberiku kekuatan, ketegaran, dia membelai rambutku dengan penuh kasih sayang, tapi pelan-pelan dia melepaskanku, dia justru menjauh dariku, semakin jauh, jauh dan hilang dari penglihatanku.
Saat aku sadar, aku menangis lagi, aku bukan menangis karena menahan sakit pada kepalaku, tapi aku menagis karena hatiku yang terasa amat sakit. Sekarang dunia bagiku terasa kelam, hujan nggak hanya membasahi bumi, tapi hujan membasahi kehidupanku, hatiku seolah-olah berhenti menangis, menangisi orang yang telah pergi untuk selamanya. Dia nggak akan pernah kembali lagi. Tiba-tiba mataku tertuju pada buku yang ada diatas meja, aku baru ingat kalau itu adalah buku yang dibelikan Ozy kemarin. Aku buka satu demi satu halaman buku itu, sekilas aku seolah-olah meliaht wajah Ozy tersenyum dilangit yang mendung diluar sana. Entah kenapa aku kembali merasakn kekuatan itu, kekuatan cinta yang diberikan oleh Ozy, aku merasakan dia ada didekatku, merangkulku, menenangkanku. Ozy, aku sangat mencintai dan menyayangimu, aku yakin kamu bahagia disana, walaupuun kamu udah pergi dari kehidupanku, tapi kamu nggak akn pernah dari hatiku, kamu abadi untukku, Ozy, aku akan buktikan, kematianmu nggak akan pernah mengakhiri cintaku.
“Ozzyyyyyy….!!” Sekali lagi aku teriak sekeras-kerasnya dirumah sakit itu. Aku nggak perduli apa kata orang. Yang aku ingini, perasaan aku bisa jauh lebih tenang setelah meneriakkan itu. Ozy, hanya Ozy, Cuma kamu yang ada dihatiku, untuk selama-lamanya.

Kamis, 02 Juni 2011

Memory of IX.B

Kelas yg perfect alias sempurna (wkwk lebay). Smua ada di kelas IX.b. (narsis bin eksis)
Untuk muridnya:
Dr yg nakal, pintar, cantik, ganteng, jelek, penakut, pembrani, narsis, centil, kalem, heboh, pendiem, yah kayak rujak jadinya. (ck jelah2 nian)

Untuk gurunya:
ada yg funny, killer, seram, biasa, ada yg keibuan, berwibawa, yah kayak karedok lah (prikitiw)

wali kelas= buk ciknonah
ketua kelas= azizah
wakil k.k = rizky
bendahara = yoan
sekertaris = lia

penghuninya:
yg cew=
gesti,lia,selvia,yuli,devi,zubai,azizah,andini,yoan,viki,turina,dening,desi,devi y,ayu,rini a,apri,maryani,dwi,yunita,mia,iin,dwi l.

Yg cow=
sendi,dani,faisal,edward,saiman,haryanto,untung,muas,romi,mardoni,rizky,ryan,anang

guru:
ibu: ciknonah, nurhayati, hindun, kartika, mardawati, ros, zuhria, zubaidah, hawa, sumarni
pak: jupri

lagu yg sring dinyanyiin:
armada=pemilik hati,buka hatimu
helo= 2 cincin

murid yg trkenal di klz IX.b
yg cew = yoan (coz pinter)
yg cow = haryanto (coz nakal)

yg sering absent = anang

yg pernah bermusuhan =
romi vs saiman
faisal vs edward vs azizah
apri vs yoan vs rizky
yunita vs rini t
selvia vs lia
azizah vs zubaidah
(smuanya udah akur lg kok)

yg sering mengejek=
haryanto vs desi
untung vs mia vs viki

julukan=
azizah : jule / amir (maav zah)
sendi : cino
dani : udah
mardoni : layangan
desi : jando
ayu : manohara
zubaidah : spongebob
lia : lia eden
muas : duren
haryanto : jobol
viki : eren

yg males buat PR = hampir sluruh murid IX.b (tmasuk aku)

yg pernah cinlok =
yuli & sendi
apri & rizky

yg cinlok nyo dak kesampean =
faisal & dwi (maaf ye)

yg centil = lia (sekertaris)

yg paling sering ngobrol =
lia & selvia
andini & dwi l

yg jahil n dak bs mantep = zubaidah

yg pendiem =
gesti (aku, ekod nimbrung.hehe)

yg beda agama =
sendi (budha) amintaba wkwk

yg nakal = haryanto

stiap hr jumat duit infak selalu yg paling banyak (tepuk tangan..prok..prok)

yg ranking :
1.yoan
2.turina
3.viki

(maaf bg yg tdk suka)

SMPN 36 PALEMBANG

Minggu, 29 Mei 2011

Diriku Bukanlah Pilihan

Diriku tak cantik..
Tak seperti bidadari-bidadari yang kau impikan

Diriku tak lembut..
Tak seperti wanita-wanita yang kau dambakan

Diriku tak indah..
Tak seindah pelangi senja yang selalu kau pandangi, kau nanti hadirnya

Diriku hanyalah..
Seorang wanita yang ingin menjadi wanita terbaik untukmu,
Seorang wanita yang ingin menjadi wanita terhormat dalam kehidupanmu,
Seorang wanita yang ingin menjadi cinta sejati dalam hatimu

Akankah semua mampu
Akankah semua bisa
Akankah semua berakhir indah..??