Sulit memang mengartikan setiap kejadian yg terjadi, senang?
Apakah berlangsung selamanya seperti itu? Tidak kan. Sedih? Apakah akan terus
mnerus hanyut dalamm tangis? Tidak kan. Dendam? Sepertinya Engkau tak pernah
mengajarkan ini didalam kitab suciMu. Cinta? Apakah akan ada massanya akan
berakhir? Aku tidak tahu semua ada pada Rahasia Engkau Ya Allah.
Hmm, bagiku bagi diriku bagi pribadiku sendiri hubungan
cinta yg terpisah jarak, terpaut jarak yg sangat jauh itu memang sulit
dijalani. Kejadian ini peristiwa ini hubungan jarak jauh ini mengajarkan
mendidik dan menanamkan pribadi setiap 2 insan pejuang LDR untuk saling
percaya, keterbukaan, kejujuran, dan jg harus pandai kontrol emosi. Karena
pertemuan itu sangat sulit di wujudkan.
Dan karena jarak juga rasa cemburu tertanam dengan
sendirinya :’) ini hal yg aku alami, aku rasain, dan harus aaku jalani dengan
penuh keseimbangan. Dari sekian point pejuang LDR, ini yg begitu berat untuk
aku kendalikan. Betapa tak kan mungkin terhindaar, Setelah sekian lama cinta ini di ukir,
sesuatu yg aku takutkan ternyata benar terjadi. Suatu saat nanti ada kalanya
kesetiaan kita di uji. Aku disini, kamu disana. Harus apa aku memantaumu. Siapa
saja saat ini yg berada didekatmu meskipun hanya duduk/berdiri bersebelahan?
Tidak bisa. Aku terbatas, hanya mampu melihat apa yg ada di hadapanku saja :’)
Walau begitu, aku sedikit lega karna kamu slalu memberiku informasi
aktivitas yg kamu lakukan disana. aku sedikit merunduk jika kamu memberitahukan ku ada kaum hawa yg lain
yg saat ini berada bersebelahan denganmu walaupun tak saling sahut. Bahkan ada
kala akuu tercabik saat kamu memberitahukanku ada mereka yg selalu berurusan dengamu. Kamu tahuu apa
yg ada dibenakku saat itu? Didalam hatiku berkata, secara perlahan mereka
berusaha mencuri perhatianmu. Aku tak bermaksud berburuk sangka pada semuanya.
Apakah aku salah jika berpikiran seperti itu? Karna apa? Karna aku tidak
mengetahui pasti yg terjadi sebenarnya disana. Walapun sering kamu
menenangkanku dalam hal ini. Aku bisa
tenang, tapi hatiku tak sepenuhnya tenang. Aku kadang berpikir yg aneh2 dan macem2 tak
ingin ini terjadi, yaitu jika 2 insan slalu dekat, bersamaa, lama kelamaan
disalah satu pihak mencintai, apakah yg satunya akan begitu? Iya bisa saja, apa
yg tidak mungkin. Ketakutan akan kehilngan dan kekhawatiran ittu terus saja membayangi aku. Betapa tersayat
teriris tergores terluka sangat dalamya (maaf lebay) aku bila ituu TERJADI :’( Walau kadang kala tak seharusnya aku
berpikiran negatif terus, tetapi inilah rasa alami yg selalu timbul dengan
sendirinya tanpa dipaksa ataupun dibuat-buat. Yg sedikit membuat pikiran, jiwa,
hatiku tenang adalah ungkapanmu yg tidak akan pernah berfikir untuk
meninggalkanku. Yah, akuu tenang dan aku “merasa” tlah dimiliki seutuhnya.
Dengan begitu, aku hanya bisa mengaminkan dan sangat berharap kamu takkan
pernah meninggalkanku bukan karna tuntutan janji, tapi karna memang benar
menyayangi dann mencintai aku sepenuhnya.
Aku harus pandai menyeimbangi situasi ini, aku tahu mereka
yg sering berurusan denganmu adalah rekan kerja satu ruang, satu kantor. Aku
tidak kan mungkin melarangmu untuk menjauhii mereka semua, betapa egoisnya dan
tak punya hati jika ku lakukan itu.
Meski Aku cemburu, tapi aku mendukung karir mu disana.
Karena setiap pekerjaan, bersosialisasi adalah hal terpenting. Menekan emosi
dan BERUSAHA menyamarkan rasa cemburu, itu yg aku lakukan sekarang.
Aku tak akan pernah marahh padamu jika slalu berurusan
dengan mereka, asal hanya sebatas rekan kerja.
Inilah ujian sebuah
kesetiaan, bukan sekedar untuk kamu, tapi juga untuk aku. Aku disini meskipun
bersosialisasi dengan org lain, tapi rasa cinta sayang perhatianku hanya akan
aku berikan buat kamu, org yg aku sayangi, yg aku kasihi, org yg slalu ada
disaat aku jatuh, org yg slalu menasihati aku jika aku slah. Karna kamu bisa
sempurnain aku yg setengah setengah ini menjadi lengkap. Percayalah, kamu setia
disana, cintaku ini buat kamu untuk selamanya.
Semoga kita bisa menaklukan jarak, waktu, godaan,, dan
berbagai ujian lainnya. Hingga tiba titik puncak dimana kita akan menempati
level bahtera yg di Ridhai ALLAH SWT. Semoga kesetiaan kita berthan sampai di akhiri kematian.
AAMIIN YRA
BY: GESTI DWI MAULIRIN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar