Selasa, 20 Desember 2011

Cintaku Bertepuk Sebelah Tangan

Setiap kali Edo berada dihadapanku, rasanya hati ini damai bertaburan bunga-bunga indah. Edo adalah pria tampan berwajah oriental layaknya aktor korea, dia anak keturunan cina, matanya sipit dan kulitnya putih, tapi sayang, dia beragama Budha. Aku dan Edo satu sekolah. Sekolahku umum, orang yg beragama apapun boleh bersekolah disekolahku ini, tetapi sekolahku ini mengajarkan tentang agama islam. Sedangkan Edo dia beragama Budha, Edo kesulitan setiap kali belajar tentang Pendidikan Agama Islam disekolahku, tetapi dia tetap mengikuti pelajaran itu dengan baik. Aku sangat kagum padanya, dia bisa melafazkan bacaan basmalah, dan dia pun hapal doa belajar. Dari kekaguman itulah yg membuat aku suka padanya.
Aku sangat senang bisa kenal dengan Edo, bisa satu sekolah bahkan kali ini aku satu kelas dengan Edo. Setiap kali belajar dikelas, aku selalu mencuri-curi pandang untuk melihat Edo. Terkadang aku tertangkap basah olehnya karena aku sedang memandang wajanya. Seketika akupun kadang tertunduk mendadak saat Edo melihat aku.

***

di kelas Edo begitu cuek terhadapku, itu karena aku yg pendiam atau memang dia yg tidak perduli, itu aku tidak tau. Dikelas ini aku mempunyai satu teman yg sangat dekat sekali denganku, sebut saja Yuli. Yuli adalah salah satu sahabatku yg paling aku sayang walaupun terkadang aku sering kesel dibuatnya. Kemana-mana kami selalu berdua, setiap istirahat aku selalu di traktir olenya walaupun tidak setiap hari.
Tetapi untuk kali ini aku kekantin tidak ditemani oleh Yuli, aku kekantin sendirian. Karna saat itu Yuli sedang tidak mau jajan. Dan Saat aku mau masuk kelas, aku melihat Edo dan Yuli tengah asyik bercanda tertawa dengan raut wajah yg bahagia. Terlebih mereka duduk berdua. Mereka terlihat seperti sepasang kekasih saja. Betapa mirisnya aku melihat orang yg aku sukai, yg aku kagumi, dan aku cintai bermain bersama sahabatku, walaupun aku tidak berpacaran dengan Edo tetapi hatiku merasa cemburu melihat mereka berdua. Seandainya Yuli itu adalah aku, betapa senangnya aku bisa bergurau bersama Edo, itu adalah harapan kecilku. Yuli tidak mengetahui kalau aku sangat menyukai dan mencintai Edo, aku sengaja menutupinya karena aku tidak punya nyali untuk bercerita tentang ini kepada siapapun. Lantas aku tidak mau mendekati mereka, aku memilih berada diluar kelas saja. Aku berlari menuju taman sekolah, disitu aku duduk menyendiri ditemani oleh bunga mawar merah yg merekah dan harum.Aku mau curhat, tapi aku tidak mempunyai nyali, aku hanya bisa berbagi rasa kepada mawar merah ini yg baru saja kupetik dari dahannya.
“Mawar, Seandainya dia tau, betapa aku sangat mencintai dia, seandainya dia tau, dialah orang yg saat ini aku inginkan. Tetapi apakah aku bisa mendapatkannya? Apakah aku bisa memilikinya”
Sedikit lega saat aku mengungkapkan rasa kepada Mawar merah ini. Andaikan mawar ini adlah Edo, mungkin rasanya tidak ada lagi beban. Tetapi itu tidak mungkin. lalu aku kembali kekelas saat bel istirahat berakhir. Kembali aku duduk dikelas bersama Yuli. Dari jauh aku kembali mencuri pandang kearah Edo, saat aku melihat Edo, Edo terlihat menengok kearah aku dan Yuli. Tetapi Edo bukan melihat kearahku melainkan Edo sedang memandang Yuli sahabatku. Aku langsung beralih pandangan. Ya Tuhan, Edo menatap kearah Yuli. Kembali jiwa ini terbebani. Kemudian Yuli mengajaku ngobrol ditengah-tengah pelajaran yang sedang berlangsung
“Des, aku mau curhat ni sama kamu”
“curhat apa Yul, aku siap dengerinnya” balasku dengan senyuman
“emm,, si Edo semalem nembak aku Des” jelas Yuli dengan nada gembira
Oh Tuhan, kini senyumku berubah mennjadi garis melengung ke atas. apakah itu benar adanya, kalau Edo semalam menembak Yuli untuk jadi pacarnya? Aku belum percaya dengan apa yg dikatakan Yuli.
“masa sih Yul, mana buktinya?” kata ku tidak percaya
Kemudian Yuli menunjukan hp yg ada sms dari Edo semalem yg isinya:
“nih ya aku bacain, “Yul, dari dulu aku udah lama naksir kamu, sekarang aku mecintai kamu, kamu mau nggak nerima aku sebagai pacarmu?” “ kata yuli dengan suara agak kecil agar tidak terdengar oleh orang lain yg berada dikelas ini.
Jantungku berdebar kencang saat Yuli menjelaskan semua itu kepadaku, aku tertegun. Mengapa ini terjadi pada Yuli, kenapa ini tidak terjadi kepadaku saja. Hatiku sangat miris.
“oh, terus kamu terima” tanyaku
“iya dong Des, aku juga suka sama Edo, masa aku tolak.” Kata Yuli dengan senang.
“emm.. selamat aja ya Yul. . Longlast deh. Jgn lupa traktir aku” ucapku dengan memasang wajah ikut senang, padahal hati ini sakit.
“sipp.. dehh”

Memang akhir-akhir ini Edo terlihat dekat dengan Yuli.

***

Edo, lelaki yg selama ini aku sukai, aku kagumi dan aku cintai ternyata lebih mencintai sahabatku Yuli, begitupun Yuli yg ternyata dia juga menyukai Edo. betapa sakit, betapa mirisnya hatiku saat ini karena melihat Edo telah bersama Yuli. Alangkah Bahagianya mereka yg saling mencintai. Cintaku terhadap Edo ternyata hanya bertepuk sebelah tangan. Aku mencintai Edo, tetapi Edo mencintai Yuli. Tidak tau lagi apa yg mesti aku lakukan untuk mendekati Edo, karena aku tau dia sudah sangat bahagia bersama Yuli, dan tidak mungkin aku merusak hubungan mereka, dan tidak mungkin pula aku merusak persahabatan antara aku dan Yuli, aku hanya bisa tersenyum palsu dihadapan mereka berdua yg sebenarnya aku sedang sedih karna peristiwa ini tengah menjerat relung hatiku. Aku turut bahagia melihat Yuli bersama Edo.

END

seandainya dulu kamu tau kalo aku sangat mencintaimu, tapi sayangnya kamu tidak menyadari itu :”(

Tetapi, Kini aku sudah bisa membuang rasa cintaku terhadapmu, karena kini aku sudah menemukan seseorang yg aku cintai dan mencintaiku, dia adalah Andi :*

Pupus - Dewa

Aku tak mengerti
apa yang kurasa
rindu yang tak pernah
begitu hebatnya


* aku mencintaimu
lebih dari yang kau tahu
meski kau takkan pernah tahu


aku persembahkan
hidupku untukmu
telah ku relakan
hatiku padamu


namun kau masih bisu
diam seribu bahasa
dan hati kecilku bicara


reff : baru kusadari
cintaku bertepuk sebelah tangan
kau buat remuk sluruh hatiku

semoga aku akan memahami
sisi hatimu yang beku
semoga akan datang keajaiban
hingga akhirnya kaupun mau

Diary Of Malang Boy


Hei girls, gue Joko Warsono kelahiran Jawa Tengah. Menurut loe-loe pada kalo mendengar nama gue itu apa yang ada di dalem pikiran loe semua? Pasti kalian nganggep gue orang yang katro, deso, kumel, jelek, aneh, dogok, dodol, ya sebutin aja semuanya. Eits tunggu duu, kalian salah, yah nggak salah lagi, gue emang kayak gitu. Tapi loe-loe pasti nggak tau kelebihan gue nih, gue kelebihan cewek!! Maksud gue, gue ini banyak cewek. Hehehe.
Dan inilah gue, I’m a playboy. Pacar dan mantan gue bertebaran dimana-mana. Ada disana dan ada disini. Nah sekarang gue kenalin cewek atau korban pertama gue, yaitu Fitri. Fitri ini bukan tipe gue banget, dari setelan aja gue gak suka, cantik aja kagak, jelek banget dah pokoknya. Tapi gue pacarin Fitri karena kepinterannya. Gue sama sekali kagak cinta. Tapi kok fitrinya mau aja ya gue pacarin. Haha dasar cewek dodol, pinternya Cuma di pelajaran doang, kalo soal cinta mana dia tau.
Eh sob, Fitri ini pinternya Nauzubilah MinTa ampun dah, matematika, fisika dan kimianya tokcer uey, jenius banget. Nilai-nilainya banyak yg 100. Makanya gue Cuma manfaatin otaknya. Maklum gue ini bodohnya stadium akhir. Fitri gue jadiin bahan contekan dan sebagai babu gue kalo lagi ada PR. Maafin Joko ya Fit. Kami nggak lama pacarannya Cuma seminggu, dan saat itu juga lagi ada ujian semester. Haduh akhirnya Gue pacara sama fitri udah selesai, em pasti nilai ujian gue gede-gede, haha.. makasih banget Fitriku. Dan good bye poreper.
“Joko jahat, Cuma mau manfaatin Fitri doank!!” kata dia sambil melempar buku cetak tebalnya ke arah muka gue.
Nasib, muka udah ancur malah jadi tambah kagak ada bentuk lagi nih muka..
***
Sudah sepuluh hari gue ngejomblo, akhirnya gue rayu si Della, cewek sederhana yg banyak duit. Asik, si Della sudah terperangkap nih. Eh fren, asal loe tau, gue ini cowok kere alias cowok melarat, makanya gue ngegaet Della sebagai sumber penghasil rupiah, walaupun nggak seberapa. Gue sering dikasih Della uang, itu karena gue yg minta. Lumayanlah bisa buat ngerokok. Tapi lagi-lagi gue dapet cewek yg blo’on, masa gue minta uang aja dikasih. Haha beruntung. Dan stelah gue puas morotin tuh dompet Della, ya gue tinggalin, buat apa lama-lama, cinta juga nggak. Aku membuat alasan biar diputusin sama Della, ya aku selingkuh aja sama cewek lain. Akhirnya cara gue behasil, Della mutusin gue. Oh Tuhan makasih banget dia udah mutusin gue, hehe.
“dasar tokek belang, “ kata Della sambil melotot ke arah gue.
Haha bodo amat...
***
Sekarang gue ngegandeng selingkuhan gue nih, yang sekarang menjadi pacar gue. Sebut saja Lia, Lia cewek hitam manis nggak pinter dan nggak banyak duit, she is the simple girl, gue hanya menyukai wajahnya yang manis itu, tapi entah mengapa kok dia bisa suka sama gue yg kudel ini ya? Haha sesuatu banget. Lia kalo diajak jalan enak, nggak malu-maluin kaya si Fitri. Gue nggak lama pacaran sama Lia, Cuma 2 minggu. Lia gue putusin karena ketauan selingkuh dibelakang gue, hufft.. mungkin ini karma buat gue. Tapi nggak papalah gue putus sama Lia, lagian gue nggak begitu suka n cinta sama Lia.
“eh loe Lia, go out dari hadapan gue”
***
Sekarang gue merana nih, udah sebulan belum dapet pengganti mereka bertiga. Gue sabar  aja. Suatu ketika, di perempatan jalan, malem-malem gue nemuin cewek cantik banget, tinggi, putih, asoy dah pokonya. Terus gue samperin
“cantiikk..”
“ada apa ganteng”
Aseek.. baru cewek ini yg bilang gue ganteng, padahal muka rusak dibilang ganteng.
“boleh kenalan gak cantik, siapa namanya?” rayuku sambil berdiri disamping cewek itu di perempatan jalan.
“namanya Elis, cakepp” sambil senyum-senyum
“kok cantik malem-malem gini ada di perempatan jalan sih, mana pake baju kurang bahan lagi, nggak takut dan nggak kedinginan apa?”
“emm, cantik lagi nungguin orang nih, iya udah biasa kok pake baju beginian”
“oh, hati-hati aja ya cantik, disini banyak predator kalo malem-malem”
Tiba-tiba saat gue asik ngobrol sama ni cewek cantik, terdengar dari kejauhan suara ricuh orang berlarian.. ternyata..
“wooy.. Yanto, lari loe, kita lagi dikejar  trantip tuhh, razia wariaa..!!” kata seorang cewek bersuara cowok yang sedang meneriaki si cewek cantik Elis.
Cewek cantik ini langsung berlari dari hadapan gue sambil mencangking high heels.nya.
 bingung deh, kok cewek suaranya kayak cowok sih, itu laki apa perempuan. Dan gue baru sadar..
“Astaga naga Lyla..!!!  sialan loe cewek jadi-jadian alias waria..” gue neriakin tuh cewek..
Banyak banget waria berlarian entah kemana arahnya. Mereka takut dikejar trantib. Lalu trantib itu mengejari para waria itu. Dan trantib itu melihat ke arah gue..
“waduhh”
“heh mau lari kemana kamu, ikut kami masuk mobil” kata trantib itu sambil menarik menarik tangan gue
“eh eh pak tutunggu dulu, gue bukan waria.. gue laki tulen” jelas gue
“halah, mau ngelak lagi, masuk mobil”
Haduh apes dah, gue bukan waria sob, gue laki tulen.. malang banget dah nasib gue, gara-gara cewek jadian-jadian itu gue malah masuk mobil trantib. Akhirya gue dimasukin trantib di tampat perkumpulan orang-orang aneh.. disiini banyak banget waria, orang gila, dan gelandangan.
Aduhh emaakkk, bebasin gue dari sini, gue bukan orang aneh, gue normal, dan gue buukan waria..
Hiksss :”(

Senin, 08 Agustus 2011

Luluh

Saat terindah saat bersamamu
begitu lelapnya aku pun terbuai
sebenarnya aku tlah berharap
ku kan memiliki dirimu selamanya

Reff:
Segenap hatiku luluh lantah
mengiringi dukaku yang kehilangan dirimu
sungguh ku tak mampu tuk meredam
kepedihan hatiku untuk merelakan kepergianmu

Ingin kuyakini cinta takkan berakhir
namun takdir menuliskan
Kita harus berakhir

Repeat reff

Jumat, 05 Agustus 2011

Orang gila apa bukan? waras kayaknya

Sepulang dr warnet, aku melihat seorang perempuan muda berada di pinggir jalan raya yang ramai dgn kendaraan yg berlalulalang. Kemudian ku perhatikan perempuan itu, didalam pikiranku dia itu "Orang Gila" lihat sja pakaian.ny kumel dekil k0tor, rambuT.ny brantakan. Tiba-tiba perempuan itu perlahan-lahan menghampiriku, "waduh ni w0ng gilo ngapoi nk dket-dketi aku?" ucapku dalam hati, aku sudh panik didketin sm perempuan itu.

lalu perempuan itu menegurku

"yuk, kalo nk ke rumah sakit umum arah.ny kman0?"

ha? Tercengang..!
Aku bingung dia orang gila apa nggk y??

Trz aku jawab
"kalo nk kerumah skit umum arah.ny kes0no (menunjuk jembtan krtpati)"

"oh, naek m0bil apo yuk?" dia nanya lagi dgn gaya-gaya kyak org aneh.

"naek m0bil bus warno merah" jwb ku

"bus y? Yuk ado duet 2000 dak?"

waduh ni orang.
Truz ku lihat saku kant0ng di seragam muslimku. Nah msi ad duit 7rb sisa main warnet td, ywdh ku kasih dia duit 2rb.
Dia menerima uangku, trz dia pergi bgitu saja, dia mw nyebrang trnyata. Ywdh ku liatin dia nyebrang, aku juga ikut nyebrang jalan. Ettt. . . Hampir sja dia di serempet m0bil
"yaallah temas aku nying0k budag ini" batin aku.

Kasian liat.ny, y aku bantui dia nyebrang jalan. Stelah itu aku pergi meninggalkan.ny tanpa sepatah kata. Lagipula dia tidak menghiraukanku.
Stelah aku agak jauh dr dia, aku menengok ke belakang ke arah perempuan itu. Dia tengah berdiri menunggu datang.ny m0bil bus. Akhr.ny dia naik bus itu.
Hem. . . Syukur dh. Kira-kira dia tau jalan gak y?

Selama dia ku tol0ng, dia tidak mengucapkan kata 'trima kasih' ysudah tak apelah, ikLas aku n0l0ng.ny.

Rabu, 08 Juni 2011

Tanpamu

Setelah genap genap dua bulan aku jadian dengan Ozy, aku semakin yakin kalau aku nggak salah pilih dan benar-benar sudah menemukan belahan jiwaku, cinta sejatiku, cahaya hidupku. Ozy adalah segalanya bagiku. Aku mencintai dia dan akan selalu menyayangi dia untuk selamanya. Saat ini aku merasa puas karena penantian, dan usahaku selama ini berubah menjadi kebahagiaan.
Telah sekian lama aku menanti Ozy menjadi miliku seutuhnya. Berbagai rintangan telah aku hadapi semua bersama dia. Akhirnya, cerita cintaku saat iuni sudah happy ending, tinggal sekarang aku dan Ozy yang menjalaninya.
Dulu kami sering sekali bertengkar, hanya karena hal-hal kecil, kadang kami sampai rebut nggak menentu. Dulu sebagai teman, kami memang bukan teman yang cocok, kami saling menjatuhkan dan saling membenci. Tapi sekarang, benar kata orang-orang, kalau kamu membenci seseorang janganlah kamu sampai terlalu, dan hasilnya sekarang perasaan itu menjadi kebalikan bagi aku dan Ozy, justru kami sekarang saling mencintai dan menyayangi. Tapi yang jelas aku juga nggak mau kehilangan Ozy, aku takut juga kalau aku terlalu mencintai dan menyayangi dia, bisa jadi aku dan dia akan terpisahkan.
“inilah saat terakhirku melihat kamu
 Jatuh air mataku, menangis pilu
 Hanya mampu ucapkan, slamat jalan
 Kas……….”
Ozy Calling…..
Ozy Calling….
Nada handphoneku berbunyi.
Aku angkat teleponnya.
“halo Shila, kamu lagi ngapain? Aku kangen deh sama kamu” kata Ozy dalam telepon.
“ihh Ozy, kan baru kemarin kita ketemu, kamu gimana sih”
“hehe, Shila, kamu baik-baik ya disana, jaga diri kamu dan jangan pernah lupain
  aku ya”
“kamu ngomong apa sih Zy? Kamu ngiggau ya?
“nggak maksudku, yah kamu jangan macam-macam disana, kan dikampus
  kamu banyak banget tuh cowok-cowok keren, ntar ada yang godain kamu lagi,
  terus kamu lupain aku”
“hahaha, ya nggak dong, aku nggak akan tergoda sama cowok-cowok dikampus
  ini, nggak ada yang kayak kamu disini, dan yang aku mau tuh Cuma kamu
  seorang Ozy”
“hey, kamu udah pintar ngegombal yah, siapa yang ajarin, ayo ngaku?”
“Ozy, kamu apaan sih? Haha. Ya udah gini deh, aku mau kamu kasih aku
 Kepercayaan untuk berteman sama temen-temenku ya? Asal kamu tau
 Aku berterima kasih banget selama ini sama Tuhan karena aku udah bisa
 Memiliki kamu”
“iya Shila, dan asal kamu tau juga cintaku lebih besar dari yang pernah kamu
 Bayangkan selama ini”
Satu hal inilah yang selalu ditakutkan Ozy, dia selalu bilang aku akan tergoda oleh cowok-cowok dikampus, sementara aku nggak begitu, justru akulah yang paling takut Ozy akan berpaling dariku, dia akan pergi meninggalkanku selamanya, dan cintanya hilang untukku.
Ozy sekarang kerja disalah satu perusahaan asing terkemuka di kota ini, sebagai cowok kalau kita melihatnya dengan kesan pertama dia adalah cowok yang diimpi-impikan cewek, karena Ozy punya perilaku yang baik, kerja yang mapan, kaupun takut dia akan pergi dariku.
Hari ini Ozy memang sengaja mengajakku pergi ke took buku. Ozy menggenggam tanganku erat sekali, dia merasakan kenyamanan saat dia memegang tanagku. Aku merasakn cintanya begitu kuat untukku. Saat kami masuk ke sebuah took buku, Ozy bilang dia akan membelikanku aku sebuah buku sastra yang dulu sudah pernah dibacanya dan sekarang dia ingin aku juga membaca buku itu. Setelah Ozy membayar buku tersebut, Ozy langsung menyerahkannya kepadaku. Aku kaget membaca sinopsisnya, ternyata buku itu berisi tentang kekuatan cinta yang tulus, yang akhirnya terpisahkan oleh maut, dan bagaimana sakitnya hati seorang kekasih saat mengahadapi peristiwa kematian itu.
“Ozy, kenapa kamu kasih aku buku kayak gini?”
“Shila, aku pengen banget kamu baca buku ini, karena kalau kamu baca buku
  ini, kamu bakal lebih mengerti lagi apa itu cinta sejati, kamu akan merasakan
 betapa sangat berartinya orang yang mencintai kamu, pokoknya ceritanya
 bagus deh, kamu pasti nggak bakalan nyesel kalau baca buku ini, dan setelah
 membacanya, aku yakin kamu akan semakin sayang sama aku, hehe”
“ih, kamu GR-an banget sih, masa Cuma gara-gara baca buku ini aku bisa
 semakin sayang sama kamu”
“eh beneran, percaya deh sama aku, kalau nggak, entar kamu boleh musuhin
 aku lagi deh kayak dulu”
“Zy!, kamu ngomong apaan sih, iya udah, iya deh aku baca bukunya, kamu kira
 aku bakalan senang yah kalau kita musuhan lagi”.
Ozy aneh sekali hari ini. Tadi siang dia ngomong yang nggak-nggak di telepon, dan malam ini dia juga menyuruhku membaca buku yang isinya aneh tentang kematian. Tiba-tiba saja jantungku berdegub kencang. Entahlah aku sendiri tak mengerti. Kata “kematian” terasa terngiang-ngiang ditelingaku, entah kenapa aku semakin  ketakutan, takut akan kematian, takut akan kehilangan. Peganganku semakin aku kuatkan kepinggang Ozy, aku peluk punggungnya dan aku sandarkan wajahku kesana. Aku merasakan lagi kalau aku bersama Ozy, saat ini mungkin Ozy sedang tersenyum karena dia merasakan cintaku besar untuknya. Sambil mengendarai motornya, sesekali dia menoleh kebelakang untuk melihatku. Ozy seperti orang yang was-was. Aneh, disepanjang jalan aku terus kepikiran. Dan akhirnya bunyi keras dan goncangan hebat membuat aku kaget, nggak hanya goncangan, tapi sakit yang luar biasa dikepalaku, aku merasakan pusing  serasa dunia ini berputar sangat kencang sekali, apa yang sebenarnya terjadi. Tiba-tiba aku melihat Ozy yang sedang tertidur dijalanan, samar-samar aku melihat dia  seolah-olah tidur dengan nyenyak, aku merasa mimpi, mana mungkin Ozy tidur dijalan, perasaan baru tadi aku boncengan dengan dia. Aku berjalan mendekati dia, tapi orang-orang ramai lebih dulu mendekati dia, aku nggak kuat lagi dan akhirnya yang  aku lihat hanya kegelapan.
“Shila, kamu nggak apa-apa  sayang? Ini mama”
Aku pandangi wajah mama. Dia seperti orang yang ketakutan, aku melihat sekelilingku, tiba-tiba aku baru sadar, selintas kejadian tadi malam teringat lagi olehku.
“ma, Ozy mana? Dia baik-baik saja kan?”
“Shila, nanti aja, kamu istirahat dulu, kamu masih sakit sayang”
“nggak ma, Shila nggak merasa sakit apa-apa, sekarang Shila mau liat Ozy,
 Dimana dia Ma?”
“Shila, luka kamu belum kering betul, tadi kamu terus-terusan ngiggau kalau
 kamu ngerasain sakit”
“Ma, Shila nggak tau kenap, Shila udah merasa sehat dan udah kuat, pokoknya
 Shila mau ketemu Ozy, pasti saat ini dia butuhin Shila banget” aku tetap ngotot sama mama.
“Shila, saat ini Ozy nggak butuh siapa-siapa lagi, dia udah aman Shil, dia udah
 tenang disana, sekarang udah bahagia dengan kehidupannya sendiri, ada yang
 menjaga dia disana”
“apa? Apa Ma? Maksud mama? Ma..mama bohong! Aku nggak percaya, nggak
 mungkin, nggak mungkin ini terjadi sama Ozy, dia udah janji Ma, nggak akan
                pernah ninggalin aku, dia sayang Shila, Shila sayang Ozy Ma, nggak, nggak
 mungkin!”
teriakanku membuat semua suster datang ketempatku, mereka berusaha menenangkanku, tapi aku nggak bisa, air mataku mengalir terus tiada hentinya, salah seorang suster baru saja memberiku suntikan penenang, tapi cepat-cepat aku elakkan.
“tolong jangan suster, saat ini aku nggak butuh itu. Aku hanya ingin menangis,
aku nggak rela, aku marah sama Ozy, kenapa dia berani ninggali aku, padahal
dulu dia udah janji nggak pernah pergi dariku, tapi kenapa Ozy bohong, kenapa
sekarang justru dia pergi selamanya, dan aku tau dia nggak akan pernah kembali
lagi kan untukku? Kenapa kamu ninggalin aku Ozy?”
aku memberontak, teriak sekuat yang aku bisa, menagis sejadi-jadinya.
“Shila sayang, ini udah takdirnya, waktu Ozy udah habis didunia, kamu jangan
 pernah marah sama Ozy sayang. Kamu harus yakin kalau sekarang Ozy udah
bahagia disana”
“Ma, kenapa justru Ozy, kenapa bukan Shila aja yang ada disana? Shila mau
kok Ma gantiin Ozy, atau biarin aku untuk bersama dia sekarang, aku pengen
menyusul dia Ma, Shila nggak mau hidup di dunia ini tanpa dia, percuma Ma,
percuma kalau nggak ada Ozy disini, hidup Shila nggak ada arti apa-apa”
.
Dengan cepat-cepat suster-suster itu memegang seluruh tubuhku, dan sesaat kemudian aku tertidur, di alam mimpi, ada sesosok makhluk dengan pakaina serba putih datang padaku. Wajahnya sudah sangat familiar sekali. Ya, aku yakin sekali, dia Ozy. Dia memang Ozy. Ozy tersenyum padaku, dia berjalan mendekatiku, dia kelihatan senag sekali, seolah-olah dia mendapatkan kebahagiaan yang baru. Melihat Ozy terus-terusan tersenyum, rasanya aku ingin sekali ikut bersama dia, ikut merasakn kebahagiaan yang dia rasakan saat ini. Aku berusaha memeluknya dan menggenggam tangannya, dia membalas pelukanku, dia mendekapku, kembali aku merasakn kenyamanan bersamanya, aku merasakn dia memberiku kekuatan, ketegaran, dia membelai rambutku dengan penuh kasih sayang, tapi pelan-pelan dia melepaskanku, dia justru menjauh dariku, semakin jauh, jauh dan hilang dari penglihatanku.
Saat aku sadar, aku menangis lagi, aku bukan menangis karena menahan sakit pada kepalaku, tapi aku menagis karena hatiku yang terasa amat sakit. Sekarang dunia bagiku terasa kelam, hujan nggak hanya membasahi bumi, tapi hujan membasahi kehidupanku, hatiku seolah-olah berhenti menangis, menangisi orang yang telah pergi untuk selamanya. Dia nggak akan pernah kembali lagi. Tiba-tiba mataku tertuju pada buku yang ada diatas meja, aku baru ingat kalau itu adalah buku yang dibelikan Ozy kemarin. Aku buka satu demi satu halaman buku itu, sekilas aku seolah-olah meliaht wajah Ozy tersenyum dilangit yang mendung diluar sana. Entah kenapa aku kembali merasakn kekuatan itu, kekuatan cinta yang diberikan oleh Ozy, aku merasakan dia ada didekatku, merangkulku, menenangkanku. Ozy, aku sangat mencintai dan menyayangimu, aku yakin kamu bahagia disana, walaupuun kamu udah pergi dari kehidupanku, tapi kamu nggak akn pernah dari hatiku, kamu abadi untukku, Ozy, aku akan buktikan, kematianmu nggak akan pernah mengakhiri cintaku.
“Ozzyyyyyy….!!” Sekali lagi aku teriak sekeras-kerasnya dirumah sakit itu. Aku nggak perduli apa kata orang. Yang aku ingini, perasaan aku bisa jauh lebih tenang setelah meneriakkan itu. Ozy, hanya Ozy, Cuma kamu yang ada dihatiku, untuk selama-lamanya.

Kamis, 02 Juni 2011

Memory of IX.B

Kelas yg perfect alias sempurna (wkwk lebay). Smua ada di kelas IX.b. (narsis bin eksis)
Untuk muridnya:
Dr yg nakal, pintar, cantik, ganteng, jelek, penakut, pembrani, narsis, centil, kalem, heboh, pendiem, yah kayak rujak jadinya. (ck jelah2 nian)

Untuk gurunya:
ada yg funny, killer, seram, biasa, ada yg keibuan, berwibawa, yah kayak karedok lah (prikitiw)

wali kelas= buk ciknonah
ketua kelas= azizah
wakil k.k = rizky
bendahara = yoan
sekertaris = lia

penghuninya:
yg cew=
gesti,lia,selvia,yuli,devi,zubai,azizah,andini,yoan,viki,turina,dening,desi,devi y,ayu,rini a,apri,maryani,dwi,yunita,mia,iin,dwi l.

Yg cow=
sendi,dani,faisal,edward,saiman,haryanto,untung,muas,romi,mardoni,rizky,ryan,anang

guru:
ibu: ciknonah, nurhayati, hindun, kartika, mardawati, ros, zuhria, zubaidah, hawa, sumarni
pak: jupri

lagu yg sring dinyanyiin:
armada=pemilik hati,buka hatimu
helo= 2 cincin

murid yg trkenal di klz IX.b
yg cew = yoan (coz pinter)
yg cow = haryanto (coz nakal)

yg sering absent = anang

yg pernah bermusuhan =
romi vs saiman
faisal vs edward vs azizah
apri vs yoan vs rizky
yunita vs rini t
selvia vs lia
azizah vs zubaidah
(smuanya udah akur lg kok)

yg sering mengejek=
haryanto vs desi
untung vs mia vs viki

julukan=
azizah : jule / amir (maav zah)
sendi : cino
dani : udah
mardoni : layangan
desi : jando
ayu : manohara
zubaidah : spongebob
lia : lia eden
muas : duren
haryanto : jobol
viki : eren

yg males buat PR = hampir sluruh murid IX.b (tmasuk aku)

yg pernah cinlok =
yuli & sendi
apri & rizky

yg cinlok nyo dak kesampean =
faisal & dwi (maaf ye)

yg centil = lia (sekertaris)

yg paling sering ngobrol =
lia & selvia
andini & dwi l

yg jahil n dak bs mantep = zubaidah

yg pendiem =
gesti (aku, ekod nimbrung.hehe)

yg beda agama =
sendi (budha) amintaba wkwk

yg nakal = haryanto

stiap hr jumat duit infak selalu yg paling banyak (tepuk tangan..prok..prok)

yg ranking :
1.yoan
2.turina
3.viki

(maaf bg yg tdk suka)

SMPN 36 PALEMBANG

Minggu, 29 Mei 2011

Diriku Bukanlah Pilihan

Diriku tak cantik..
Tak seperti bidadari-bidadari yang kau impikan

Diriku tak lembut..
Tak seperti wanita-wanita yang kau dambakan

Diriku tak indah..
Tak seindah pelangi senja yang selalu kau pandangi, kau nanti hadirnya

Diriku hanyalah..
Seorang wanita yang ingin menjadi wanita terbaik untukmu,
Seorang wanita yang ingin menjadi wanita terhormat dalam kehidupanmu,
Seorang wanita yang ingin menjadi cinta sejati dalam hatimu

Akankah semua mampu
Akankah semua bisa
Akankah semua berakhir indah..??