Selasa, 20 Desember 2011

Cintaku Bertepuk Sebelah Tangan

Setiap kali Edo berada dihadapanku, rasanya hati ini damai bertaburan bunga-bunga indah. Edo adalah pria tampan berwajah oriental layaknya aktor korea, dia anak keturunan cina, matanya sipit dan kulitnya putih, tapi sayang, dia beragama Budha. Aku dan Edo satu sekolah. Sekolahku umum, orang yg beragama apapun boleh bersekolah disekolahku ini, tetapi sekolahku ini mengajarkan tentang agama islam. Sedangkan Edo dia beragama Budha, Edo kesulitan setiap kali belajar tentang Pendidikan Agama Islam disekolahku, tetapi dia tetap mengikuti pelajaran itu dengan baik. Aku sangat kagum padanya, dia bisa melafazkan bacaan basmalah, dan dia pun hapal doa belajar. Dari kekaguman itulah yg membuat aku suka padanya.
Aku sangat senang bisa kenal dengan Edo, bisa satu sekolah bahkan kali ini aku satu kelas dengan Edo. Setiap kali belajar dikelas, aku selalu mencuri-curi pandang untuk melihat Edo. Terkadang aku tertangkap basah olehnya karena aku sedang memandang wajanya. Seketika akupun kadang tertunduk mendadak saat Edo melihat aku.

***

di kelas Edo begitu cuek terhadapku, itu karena aku yg pendiam atau memang dia yg tidak perduli, itu aku tidak tau. Dikelas ini aku mempunyai satu teman yg sangat dekat sekali denganku, sebut saja Yuli. Yuli adalah salah satu sahabatku yg paling aku sayang walaupun terkadang aku sering kesel dibuatnya. Kemana-mana kami selalu berdua, setiap istirahat aku selalu di traktir olenya walaupun tidak setiap hari.
Tetapi untuk kali ini aku kekantin tidak ditemani oleh Yuli, aku kekantin sendirian. Karna saat itu Yuli sedang tidak mau jajan. Dan Saat aku mau masuk kelas, aku melihat Edo dan Yuli tengah asyik bercanda tertawa dengan raut wajah yg bahagia. Terlebih mereka duduk berdua. Mereka terlihat seperti sepasang kekasih saja. Betapa mirisnya aku melihat orang yg aku sukai, yg aku kagumi, dan aku cintai bermain bersama sahabatku, walaupun aku tidak berpacaran dengan Edo tetapi hatiku merasa cemburu melihat mereka berdua. Seandainya Yuli itu adalah aku, betapa senangnya aku bisa bergurau bersama Edo, itu adalah harapan kecilku. Yuli tidak mengetahui kalau aku sangat menyukai dan mencintai Edo, aku sengaja menutupinya karena aku tidak punya nyali untuk bercerita tentang ini kepada siapapun. Lantas aku tidak mau mendekati mereka, aku memilih berada diluar kelas saja. Aku berlari menuju taman sekolah, disitu aku duduk menyendiri ditemani oleh bunga mawar merah yg merekah dan harum.Aku mau curhat, tapi aku tidak mempunyai nyali, aku hanya bisa berbagi rasa kepada mawar merah ini yg baru saja kupetik dari dahannya.
“Mawar, Seandainya dia tau, betapa aku sangat mencintai dia, seandainya dia tau, dialah orang yg saat ini aku inginkan. Tetapi apakah aku bisa mendapatkannya? Apakah aku bisa memilikinya”
Sedikit lega saat aku mengungkapkan rasa kepada Mawar merah ini. Andaikan mawar ini adlah Edo, mungkin rasanya tidak ada lagi beban. Tetapi itu tidak mungkin. lalu aku kembali kekelas saat bel istirahat berakhir. Kembali aku duduk dikelas bersama Yuli. Dari jauh aku kembali mencuri pandang kearah Edo, saat aku melihat Edo, Edo terlihat menengok kearah aku dan Yuli. Tetapi Edo bukan melihat kearahku melainkan Edo sedang memandang Yuli sahabatku. Aku langsung beralih pandangan. Ya Tuhan, Edo menatap kearah Yuli. Kembali jiwa ini terbebani. Kemudian Yuli mengajaku ngobrol ditengah-tengah pelajaran yang sedang berlangsung
“Des, aku mau curhat ni sama kamu”
“curhat apa Yul, aku siap dengerinnya” balasku dengan senyuman
“emm,, si Edo semalem nembak aku Des” jelas Yuli dengan nada gembira
Oh Tuhan, kini senyumku berubah mennjadi garis melengung ke atas. apakah itu benar adanya, kalau Edo semalam menembak Yuli untuk jadi pacarnya? Aku belum percaya dengan apa yg dikatakan Yuli.
“masa sih Yul, mana buktinya?” kata ku tidak percaya
Kemudian Yuli menunjukan hp yg ada sms dari Edo semalem yg isinya:
“nih ya aku bacain, “Yul, dari dulu aku udah lama naksir kamu, sekarang aku mecintai kamu, kamu mau nggak nerima aku sebagai pacarmu?” “ kata yuli dengan suara agak kecil agar tidak terdengar oleh orang lain yg berada dikelas ini.
Jantungku berdebar kencang saat Yuli menjelaskan semua itu kepadaku, aku tertegun. Mengapa ini terjadi pada Yuli, kenapa ini tidak terjadi kepadaku saja. Hatiku sangat miris.
“oh, terus kamu terima” tanyaku
“iya dong Des, aku juga suka sama Edo, masa aku tolak.” Kata Yuli dengan senang.
“emm.. selamat aja ya Yul. . Longlast deh. Jgn lupa traktir aku” ucapku dengan memasang wajah ikut senang, padahal hati ini sakit.
“sipp.. dehh”

Memang akhir-akhir ini Edo terlihat dekat dengan Yuli.

***

Edo, lelaki yg selama ini aku sukai, aku kagumi dan aku cintai ternyata lebih mencintai sahabatku Yuli, begitupun Yuli yg ternyata dia juga menyukai Edo. betapa sakit, betapa mirisnya hatiku saat ini karena melihat Edo telah bersama Yuli. Alangkah Bahagianya mereka yg saling mencintai. Cintaku terhadap Edo ternyata hanya bertepuk sebelah tangan. Aku mencintai Edo, tetapi Edo mencintai Yuli. Tidak tau lagi apa yg mesti aku lakukan untuk mendekati Edo, karena aku tau dia sudah sangat bahagia bersama Yuli, dan tidak mungkin aku merusak hubungan mereka, dan tidak mungkin pula aku merusak persahabatan antara aku dan Yuli, aku hanya bisa tersenyum palsu dihadapan mereka berdua yg sebenarnya aku sedang sedih karna peristiwa ini tengah menjerat relung hatiku. Aku turut bahagia melihat Yuli bersama Edo.

END

seandainya dulu kamu tau kalo aku sangat mencintaimu, tapi sayangnya kamu tidak menyadari itu :”(

Tetapi, Kini aku sudah bisa membuang rasa cintaku terhadapmu, karena kini aku sudah menemukan seseorang yg aku cintai dan mencintaiku, dia adalah Andi :*

Pupus - Dewa

Aku tak mengerti
apa yang kurasa
rindu yang tak pernah
begitu hebatnya


* aku mencintaimu
lebih dari yang kau tahu
meski kau takkan pernah tahu


aku persembahkan
hidupku untukmu
telah ku relakan
hatiku padamu


namun kau masih bisu
diam seribu bahasa
dan hati kecilku bicara


reff : baru kusadari
cintaku bertepuk sebelah tangan
kau buat remuk sluruh hatiku

semoga aku akan memahami
sisi hatimu yang beku
semoga akan datang keajaiban
hingga akhirnya kaupun mau

Tidak ada komentar:

Posting Komentar