Selasa, 23 September 2014

catatan hati pejuang LDR



Sulit memang mengartikan setiap kejadian yg terjadi, senang? Apakah berlangsung selamanya seperti itu? Tidak kan. Sedih? Apakah akan terus mnerus hanyut dalamm tangis? Tidak kan. Dendam? Sepertinya Engkau tak pernah mengajarkan ini didalam kitab suciMu. Cinta? Apakah akan ada massanya akan berakhir? Aku tidak tahu semua ada pada Rahasia Engkau Ya Allah.

Hmm, bagiku bagi diriku bagi pribadiku sendiri hubungan cinta yg terpisah jarak, terpaut jarak yg sangat jauh itu memang sulit dijalani. Kejadian ini peristiwa ini hubungan jarak jauh ini mengajarkan mendidik dan menanamkan pribadi setiap 2 insan pejuang LDR untuk saling percaya, keterbukaan, kejujuran, dan jg harus pandai kontrol emosi. Karena pertemuan itu sangat sulit di wujudkan. 

Dan karena jarak juga rasa cemburu tertanam dengan sendirinya :’) ini hal yg aku alami, aku rasain, dan harus aaku jalani dengan penuh keseimbangan. Dari sekian point pejuang LDR, ini yg begitu berat untuk aku kendalikan. Betapa tak kan mungkin terhindaar,  Setelah sekian lama cinta ini di ukir, sesuatu yg aku takutkan ternyata benar terjadi. Suatu saat nanti ada kalanya kesetiaan kita di uji. Aku disini, kamu disana. Harus apa aku memantaumu. Siapa saja saat ini yg berada didekatmu meskipun hanya duduk/berdiri bersebelahan? Tidak bisa. Aku terbatas, hanya mampu melihat apa yg ada di hadapanku saja :’)

Walau begitu, aku sedikit lega karna kamu slalu memberiku informasi aktivitas yg kamu lakukan disana. aku sedikit merunduk jika  kamu memberitahukan ku ada kaum hawa yg lain yg saat ini berada bersebelahan denganmu walaupun tak saling sahut. Bahkan ada kala akuu tercabik saat kamu memberitahukanku ada mereka  yg selalu berurusan dengamu. Kamu tahuu apa yg ada dibenakku saat itu? Didalam hatiku berkata, secara perlahan mereka berusaha mencuri perhatianmu. Aku tak bermaksud berburuk sangka pada semuanya. Apakah aku salah jika berpikiran seperti itu? Karna apa? Karna aku tidak mengetahui pasti yg terjadi sebenarnya disana. Walapun sering kamu menenangkanku dalam hal ini.  Aku bisa tenang, tapi hatiku tak sepenuhnya tenang.  Aku kadang berpikir yg aneh2 dan macem2 tak ingin ini terjadi, yaitu jika 2 insan slalu dekat, bersamaa, lama kelamaan disalah satu pihak mencintai, apakah yg satunya akan begitu? Iya bisa saja, apa yg tidak mungkin. Ketakutan akan kehilngan dan kekhawatiran ittu  terus saja membayangi aku. Betapa tersayat teriris tergores terluka sangat dalamya (maaf lebay) aku bila ituu TERJADI :’(  Walau kadang kala tak seharusnya aku berpikiran negatif terus, tetapi inilah rasa alami yg selalu timbul dengan sendirinya tanpa dipaksa ataupun dibuat-buat. Yg sedikit membuat pikiran, jiwa, hatiku tenang adalah ungkapanmu yg tidak akan pernah berfikir untuk meninggalkanku. Yah, akuu tenang dan aku “merasa” tlah dimiliki seutuhnya. Dengan begitu, aku hanya bisa mengaminkan dan sangat berharap kamu takkan pernah meninggalkanku bukan karna tuntutan janji, tapi karna memang benar menyayangi dann mencintai aku sepenuhnya.

Aku harus pandai menyeimbangi situasi ini, aku tahu mereka yg sering berurusan denganmu adalah rekan kerja satu ruang, satu kantor. Aku tidak kan mungkin melarangmu untuk menjauhii mereka semua, betapa egoisnya dan tak punya hati jika ku lakukan itu.
Meski Aku cemburu, tapi aku mendukung karir mu disana. Karena setiap pekerjaan, bersosialisasi adalah hal terpenting. Menekan emosi dan BERUSAHA menyamarkan rasa cemburu, itu yg aku lakukan sekarang.
Aku tak akan pernah marahh padamu jika slalu berurusan dengan mereka, asal hanya sebatas rekan kerja.

 Inilah ujian sebuah kesetiaan, bukan sekedar untuk kamu, tapi juga untuk aku. Aku disini meskipun bersosialisasi dengan org lain, tapi rasa cinta sayang perhatianku hanya akan aku berikan buat kamu, org yg aku sayangi, yg aku kasihi, org yg slalu ada disaat aku jatuh, org yg slalu menasihati aku jika aku slah. Karna kamu bisa sempurnain aku yg setengah setengah ini menjadi lengkap. Percayalah, kamu setia disana, cintaku ini buat kamu untuk selamanya.
Semoga kita bisa menaklukan jarak, waktu, godaan,, dan berbagai ujian lainnya. Hingga tiba titik puncak dimana kita akan menempati level bahtera yg di Ridhai ALLAH SWT. Semoga kesetiaan kita berthan sampai  di akhiri kematian.
AAMIIN YRA

BY: GESTI DWI MAULIRIN

Jumat, 19 September 2014

Dari Kejauhan

jika tangan tak bisa merangkulmu utuh dari kejauhan
tapi dialah menjadi saksi pendengar setia
setiap lafaz nafasku menyebut namamu utuh
sebagai penenang jiwa
kala kegelisahan hati merajam pikiran.

memaknai setiap tonggak yg kita ukir
walau jauh, sejauh mata memandang takkan bisa kau lihat.
kalian tahu? melihat sekilas pun sulit
apalagi jika memandang

tapi lewat hati
apa yg tak kau lihat, tapi dapat kau rasakan indah
senyum seri yg terhalang lautan
hanya teringat senyummu kemarin yg terbingkai nyata di ingatanku

jika tangan tak bisa merangkulmu utuh dari kejauhan
tapi dialah menjadi saksi pendengar setia
setiap lafaz nafasku menyebut namamu utuh
sebagai penenang jiwa
kala kegelisahan hati merajam pikiran.

baik-baik disana, ingat disini ada aku hehehe

BY: GESTI DWI MAULIRIN

Senin, 15 September 2014

penyesalanku tak berakhir

Diriku tak cantik..
Tak seperti bidadari-bidadari yang kau impikan
 Diriku tak lembut..
Tak seperti wanita-wanita yang kau dambakan
Diriku tak indah.. Tak seindah pelangi senja yang selalu kau pandangi, kau nanti hadirnya
 Diriku hanyalah..
Seorang wanita yang ingin menjadi wanita terbaik untukmu, Seorang wanita yang ingin menjadi wanita terhormat dalam kehidupanmu, Seorang wanita yang ingin menjadi cinta sejati dalam hatimu.
ya meskipun kini aku tlah mengecewakanmu, atau mungkin telah melukai hatimu yg tak seharusnya aku lakukan itu.
malam ini kau tahu, bahkan kau telah mendengar tangisan kecilku yg mungkin saja tidak akan membuatmu dan keadaan kembali seperti sebelum terjadi sesuatu yg tidak diinginkan. tapi setidaknya ini adalah bukti penyesalanku yg tak ku sengajai melukai hatimu.
mau bicara apalagi aku tidak bisa, kesalahan berpihak padaku, penghargaan yg pantas untuuk raih :'') ya sebuah nasihat darimu. karna kau benar dan aku salah.
tp aku mohon, kesalahan apapun yg q perbuat tolong percayai aku lagi, jangan pernh ntuk berfikir jika aku bakal mengulangi hal yg sama, karna aku tidk mau menghilangkan kepercayaanmu lg terhadapku. aku tau prasaanmu bagaimana dgn keadaan ini, aku sudah mengakui kesalahanku. dan skrg akuu mohon lg, tolong ketahui jg perasaanku bagaimna :''( apakah sebuah maaf dariku tak pantas buatmu :'( ataukah aku sudah kau anggap seorang penjahat kelas kakap yg hanya bisa ditebus dengan tembakan pistol api ntuk mencacatkan sebagian tubuhku? jika memang benar demikian aku rela diperlakukan apasaja, tembak mati pun aku tiddak mepermasalahkannya apabila enggkau sdh menutup pintu maaf buatku :'( jika melodi yg bisa menenangkanmu, lakukanlah :'( karna aku telah berusaha meminta maaf, berjanji untk tidk mengulanginya, dan berusaha menekan emosiku agar bisa mendinginkan suasana. tapi apa? nihil yg ku dapat, aku tidak bisa memberimu sebuah kenyamanan lagi. aku tidak tahu harus bagaimana lagi :'( dan kau terus memikirkan hal demkian hingga meskipun kau tak membenciku tapi rasa kecewamu terhadapku sama nilainya dgn sebuah kebencian level rendah. yg kusesali saat ini, aku gagal membujukmu lewat suara, teks, atau apalah yg dapat mewakili pertemuan kita yg susah untuk diwujudkan :'(

 Sekarang benar ku rasa
Menyesal tak ada guna
Egoisku yang membuatmu pergi
Dan aku tahu hatimu menangis

Hanya dirimu yang buatku sayang
Hanya dirimu yang buatku tenang
Hanya dirimu yang buatku senang
Takkan ada yang lain yang bisa menggantikanmu

Menyesal ku tak menjaga hatimu
Menyesal ku tak membahagiakanmu
Ku menyesal selalu menyakitimu
Penyesalanku tak berakhir

Sekarang benar ku rasa
Menyesal tak ada guna
Egoisku yang membuatmu pergi
Dan aku tahu hatimu menangis

Hanya dirimu yang buatku sayang
Hanya dirimu yang buatku tenang
Hanya dirimu yang buatku senang
Takkan ada yang lain yang bisa menggantikanmu

Menyesal ku tak menjaga hatimu
Menyesal ku tak membahagiakanmu
ku menyesal selalu menyakitimu
penyesalanku tak berakhir
:'(

Akankah semua mampu Akankah semua bisa Akankah semua berakhir indah..??